MAU KE MANA, MBAK ?
I will fly to reach my dreams too..
(dari status FB-nya al-Ustadz Abul Jauzaa’ Donnie Arif Wibowo)
Ia hanyalah seorang pelajar sekolah menengah SMA yang sering hadir di
pengajian masih berseragam putih abu-abu di sore hari selepas sekolah.
ROY GRAFIKA, berprawakan kurus, adalah anak yang sangat rajin mencatat
isi pengajian. Ia orang yang terbina memiliki catatan lengkap dan rapi.
Bukan sekedar lulus dan menuntaskan sekolah menengah namun disertai
dengan nilai lulus dari SMA 1 Jogja pun cukup bagus, kalau tidak salah
nilai matematikanya 10.
Karena sangat
terkesan dengan cara berislam yang ilmiah, ia tidak mengambil kursi di
universitas namun selepas SMA ia mondok 2 tahun di suatu pesantren di
Gresik. Sewaktu di pesantren ia berhasil lulus seleksi untuk mendapatkan
beasiswa S1 di bidang hadits di Universitas Islam Madinah. Saat ini ia
adalah Ustadz Roy Grafika, Lc, MA (semoga Allah menjaganya !) mahasiswa
S3 bidang aqidah di Universitas Islam Madinah.
FIRANDA hanyalah mahasiswa biasa asal Papua di Jogja. Jangankan
membaca kitab gundul, belajar nahwu saja dari kitab yang paling dasar
yakni kitab muyassar karena ada kursus bahasa Arab dasar tahun 1999.
Karena lebih tertarik belajar ilmu Islam. Ia keluar dari depertment of
Chemical engineering Gadjah Mada University dan pergi ke pesantren di
Bantul kurang lebih 2 tahun. Dan pernah bercerita kalau di awal-awal ia
membaca kitab dengan keras-keras untuk dikoreksi a… i… u-nya oleh santri
lain. Kini ia adalah Al Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Lc, MA
(hafidzahullah), mahasiswa doktoral bidang aqidah di Universitas Islam
Madinah, S1 ia selesaikan di bidang hadits. Saya dengar selain belajar
formal juga belajar non formal pada berbagai ulama di Madinah.
FAUZAN hanyalah mahasiswa kos asal Cirebon sebagaimana anak-anak
kuliahan yang lain di sekitar Pogung, utara kampus UGM. Namun ia
memiliki ketekunan dan perhatian lebih untuk sambil belajar ilmu alat
beragama termasuk bahasa Arab. Selain itu juga sangat perhatian dengan
regenerasi keilmuwan beragama pada generasi penerus. Hingga di salah
salah satu bukunya ia tuliskan”selesaikan kuliah dulu”. Hingga ia dan
kawan-kawannya merintis pesantren mahasiswa. Agar selain menguasai ilmu
teknik, kedokteran, ekonomi, dll, kelak nanti kalau jadi sarjana juga
menguasai bahasa arab, fiqih dan ushul fiqih. Setelah berhasil meraih
gelar ST bidang teknik kimia, ia berhasil mendapatkan beasiswa S1 di
universitas Madinah bahkan berhasil sampai ke jenjang master bidang
agama. Ia sekarang adalah seorang yang bernama Al Ustadz Fauzan, ST, Lc,
MA (semoga Allah menjaganya !), Saya tidak tahu apakah berlanjut ke
doctoral saat ini. Tapi yang jelas beliau juga seorang wirausahawan yang
trampil dan cekatan mencari peluang.
Adalah NOOR AHMAD. Sewaktu mahasiswa hanyalah tipikal mahasiswa pada
umumnya. Waktu itu kebanyakan mahasiswa sangat jarang interest dengan
belajar pada keilmuwan klasik. Biasanya kalau sudah belajar dasar-dasar
bahasa Arab atau lanjutan akan kesulitan membagi waktu untuk sinau dan
belajar. Kini ia adalah Ustadz Dr. Noor Ahmad (hafidzahullah), meskipun
ia seorang doktor bidang elektro, tetapi ia mampu menguasai tingkat
lebih lanjut semacam ushul aqidah, mustholah hadits, ushul fiqih dll.
Sehingga selain jadi dosen di jurusan elektro UGM, ia juga bisa mendidik
generasi mahasiswa untuk menguasai ilmu-ilmu ini. Semoga Allah SWT
menjaganya !.
Adalah juga seorang mahasiswa UIN Jogja ARIS MUNANDAR, ia diberi
perhatian lebih dalam ilmu-ilmu ushul dan metode manhaj beragama dari
gurunya. Sepertinya dari tingkat SMA ia sudah sangat menguasai pokok
keilmuan Islam Di tingkat kuliah ia sudah matang ilmu ushul
keIslamannya. Sehingga tidak aneh ketika seorang ustadz menyampaikan
suatu kitab ia mampu membetulkan ucapan ustadz tersebut. Kuliah di UIN
ia selesaikan dengan baik juga hingga selang kemudian berlanjut menempuh
jenjang S2 dengan baik. Kini ia adalah Ustadz Aris Munandar, MA, sosok
ustadz yang bersahaja dan tawadhu’ bersama beberapa ustadz berhasil
mendidik mahasiwa kuliahan umum menjadi sarjana-sarjana yang mampu
berhujjah dengan dalil. Sehingga ia menjadi pendidik dan pencerah para
remaja dan pemuda yang semangat dalam menuntut ilmu Agama di Jogja.
TAUFIQ CHOWDRY
Taufiq lulus SMA dengan predikat veledicterian dan mendapatkan medali
sebagai lulusan 3 terbaik di seluruh Australia. Lalu ia diterima di
fakultas kedokteran Universitas Melbourne, universitas top di Australia.
Di awal-awal tahun ia adalah mahasiswa yang ekselen dan panen
penghargaan. Namun memandang ilmu agama penting dan kurangnya ulama di
sana (pen), ia melamar dan mendapatkan beasiswa S1 belajar agama ke
Timur Tengah. Begitu giatnya ia tidak puas dengan kelas formal di pagi
hari. Ia menambah pelajaran pada beberapa ulama besar. Selesai belajar
agama ia kembali ke Australia dan mendirikan Al Kauthar institute untuk
mendidik generasi muda. Selain juga menjalankan perusahaan di bidang IT.
Masih berusia muda, disamping sebagai kepala keluarga dengan cukup
banyak anak, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dokternya di
Universitas Brisbane. Syaikh Tawufiqe Chowdhry, MD adalah seorang
speaker yang sangat produktif di Australia-UK-Canada yang ceramahnya
cukup banyak di internet. Semoga Allah menjaganya.
ABU ISHAQ AL-HUWAINY
Hijazi adalah anak kampung seperti biasanya. Sewaktu di SMA ia bermain
ke tempat kos kakaknya di kota. Sepulang dari sholat Jumat ia melihat
orang yang menjual buku eceran pinggir jalan. Salah satu yang menarik
perhatiannya adalah tentang sholat yang ditulis ahli hadits abad ini
Syaikh Albani. Ia tertarik setiap gerakan dan doa dalam sholat terdapat
komentar dan justifikasi dalil shohih atau tidaknya di dalam buku itu
dan bagaimana cara beragama terbaik, mengikuti siapa dalam beragama.
Setelah mampu membeli bukunya secara utuh ia baca dan sangat terkesan
dengan cara penyajian dan metodologinya yang sangat kuat pendalilan
dengan hadits soheh atau lemah yang Hijazi sendiri tidak menguasai ilmu
itu. Mulai saat ia bertekad untuk mengusai ilmu tentang hadits dan
bagaimana mengklasifikasikannya. Sehingga Sewaktu kuliah di jurusan
Bahasa Spanyol di suatu universitas di Kairo, siang kuliah malam belajar
ilmu hadits pada berbagai guru. Ia bertemu dengan Syaikh Khisk dan
menasehati, “wahai anakku belajarlah (tentang hadits) sebelum
mempelajari kuliah yang lain. Sebelum berangkat kuliah ia menemui
gurunya untuk belajar, sampai terucap “ saya malu kalau kokok ayam
jantan mendahului membangunkanku.
Setelah lulus S1 ia mendapatkan beasiswa pergi ke Spanyol untuk
memperdalam bahasa Spanyol di institute kebahasaan di sana. Namun karena
kurang tertarik lebih jauh maka tidak ia teruskan memperdalam bahasa
Spanyol. Ia kembali ke Mesir siang bekerja di toko dan malam belajar
pada berbagai guru termasuk Sayid Sabiq (Penulis Fiqush Sunnah),
keterbatasan dana ia siasati dengan masuk ke perpustakaan yang
menyediakan kitab-kitab klasik. Hingga ia berhasil menyusun buku terkait
hadits, yang dibaca oleh Syaikh Albani sewaktu ke Kairo dan tidak
mereka tidak saling bertemu. Syaikh Albani impressed ternyata ada pemuda
yang telah berhasil mengikuti beliau dalam metodologi ilmu hadits.
Hijazi ini berangkat ke Jordania tinggal 1 bulan untuk belajar di tempat
Syaikh Albani. Lalu bergurulah ke Saudi ke ulama ahli hadits Syaikh Bin
Baaz, Utsaimin dll.
Hijazi ini adalah Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy, salah satu ULAMA PAKAR
HADITS abad ini. Lihatlah beliau memiliki latar belakang pendidikan
formal non agama, sastra Spanyol yang mungkin jurusan yang tidak terlalu
elit, namun dengan asbab terinspirasi timbul semangat yang
menyala-nyala sehingga menjadi seseorang yang berkontribusi kuat dalam
keilmuan Islam.
Tak terasa waktu panjang telah berlalu lewat tanpa pengetahuan dan
cantolan ilmu beragama yang cukup. Fokus dan arah telah menjebak pada
posisi berlebihan yang tidak ada ujung pangkalnya. Urusan dunia memang
perlu namun pengetahuan dasar-dasar beragama secara ilmiah merupakan
bagian kehidupan yang hakiki. Sayang telah terpinggirkan, bukan urusan
penting dan actual.
Wahai para pemuda, jangan sia-siakan waktu Anda untuk terkesima
dengan beragama dengan cara haroki. Terkesan indah namun tidak asli.
Terkesan aktual dan popular namun tidak hakiki. Terkesan modern dan
hebat namun tidak lestari. Seperti mainan anak-anak kecil di masanya,
akan lenyap dengan cepat diganti oleh gaya dan trend yang lebih gokil
dan terkini.
Anda yang terpesona dengan fitnah dan membicarakan ustadz dan dai
fulan adalah hizbiyah dan sururi bukan ustadz terpecaya, berhentilah
bukan porsi Anda untuk membicarakan dan berbisik-bisik. Ada yang lebih
berhak dan sudah ada orang yakni ulama berkapasitas. Umur terlalu pendek
dan waktu untuk membicarakan fitnah yang tidak bertepi.
Yang belum sama sekali bisa bahasa Arab pelajarilah kitab nahwu
muyassar, meningkat ajrumiyah, mulakhos dst. Pelajarilah hakekat aqidah,
ringkasan fiqih dst. Insyalah akan lebih menghujam dan menjadi panduan
beragama Anda. Isilah fase muda menjadi tiang yang kuat yang hidup dan
menebar kebaikan. Jika tidak, waktu umur 45-50an dan masa setengah baya
Anda akan sangat menyesal.
OTAK SAYA TUMPUL DAN BODOH
Dikisahkan bahwa seorang pelajar yang bernama Kisai belajar tata bahasa
arab namun tidak paham-paham dan hampir putus asa. Suatu saat ini
melihat seekor semut yang berusaha membawa makanan naik ke dinding namun
terjatuh berkali-kali. Semut itu mencoba mengangkat lagi namun jatuh
lagi sampai berkali-kali hingga pada percobaan si semut berhasil membawa
dan mengangkut makanan mendaki dinding ke atas. Terinspirasi oleh usaha
keras si semut, Kisai berusaha belajar lebih baik lagi dan lagi. Hingga
akhirnya ia dikenal sebagai Imam Al Kisai, salah seorang imam ilmu
nahwu, ilmu yang dulu ia sangat sulit mempelajarinya.
Namun janglanlah jika inspirasi Anda dari air yang menetes pada batu
yang akhirnya memecahkan struktur batu itu, tentu sedikit tidak relevan
karena jangka waktu terlalu lama………
Jadi mau kemana, Mbak ?
I will fly to reach my dreams too….bismillah !
Catatan Motivasi
Lia Winarni
===================================
Adalah aku, seorang yang masih sibuk dengan dunia, masih
tertatih-tatih dalam mengejar akhirat, susah mencari kebanggan ketika
ada yang bertanya : ‘apa yang engkau bisa ?’…..
Semoga Allah memaafkan kelalaianku dalam mengejar apa yang seharusnya bisa aku kejar…..
# tetap optimis !!